zonabmi

Beranda Modul

Modul

Berbagai modul pemodelan dapat diterapkan dalam mengatasi permasalahan pesisir dan laut. Masing-masing modul memiliki kelebihan tersendiri sesuai dengan peruntukannya. Setiap kasus di perairan dapat diselesaikan dengan teknologi pemodelan jika memilih modul model yang tepat. Pemilihan modul model yang tepat ditentukan oleh beberapa pertimbangan tersendiri yaitu sebagai berikut:

1. Parameter yang akan dimodelkan (arus, tinggi muka laut, gelombang, suhu dan lain-lain).
2. Tipe perairan sebagai lokasi pemodelan (estuari, telul terbuka atau semi tertutup, selat dan lain-lain)
3. Luas perairan yang akan dimodelkan.
4. Jenis model yang digunakan (satu dimensi / 1D, dua dimensi / 2D atau tiga dimensi / 3D).
5. Jenis grid horizontal yang digunakan (rectilinier, curvelinier, finite element dan lain-lain).
6. Jenis grid vertikal yang digunakan (z-level, sigma-level dan lain-lain).
7. Ukuran grid yang digunakan.
8. Pendekatan dan asumsi yang digunakan pada model numeriknya.
9. Solusi numerik grid yang digunakan (diskretisasi grid).
10. Solusi numerik waktu yang digunakan (metode implisit atau eksplisit).
11. Bahasa pemograman serta efisiensi alur pemograman yang digunakan.

Setelah dilakukan pemilahan modul model yang tepat diharapkan modul model ini dapat melakukan perhitungan numerik dengan tepat, cepat dan efektif. Ketepatan ditentukan pada proses verifikasi dan validasi model, kecepatan ditentukan oleh kemampuan komputasi komputer dan solusi numerik yang digunakan dan efektif ditentukan oleh pertimbangan antara biaya dengan hasil yang diharapkan (cost effective).

Modul-modul model yang dapat digunakan yaitu sebagai berikut: