zonabmi

Pesisir yang Rentan dan Tertekan

"TEMA peringatan Hari Lingkungan Hidup tanggal 5 Juni 2014 adalah ’’Raise Your Voice, not the Sea Level’’. Tema itu menunjukkan bahwa isu perubahan iklim masih dipandang penting dan krusial, terutama yang berkaitan dengan wilayah pesisir dan laut. Perubahan iklim merupakan dampak dari pemanasan global, yakni kemeningkatan suhu rata-rata permukaan bumi akibat jumlah emisi gas rumah kaca di atmosfer. Akumulasi gas rumah kaca hasil emisi memantulkan panas di atmosfer bumi. Dengan pantulan tersebut, bumi mengalami peningkatan temperatur yang kemudian memicu kenaikan muka air laut, temperatur, dan suhu udara. Kenaikan muka air laut dan temperatur berpengaruh langsung pada wilayah pesisir dalam bentuk penggenangan sehingga wilayah itu, termasuk pulau-pulau kecil, terancam tenggelam. Menurut Dahuri dkk (1992), wilayah pesisir merupakan pertemuan antara daratan dan lautan. Ke arah darat meliputi bagian yang masih dipengaruhi oleh sifat-sifat laut, seperti pasang surut, angin laut, dan perembesan air asin. Adapun ke arah laut mencakup bagian yang masih dipengaruhi sifat-sifat darat, seperti sedimentasi, aliran air tawar, dan pencemaran. Fenomena rob atau air pasang laut di hampir sepanjang pesisir Jawa dipicu oleh tiga hal. Pertama; land subsidence atau tanah ambles yang disebabkan beban bangunan berlebihan. Kedua; pengeboran sumur dalam, terutama untuk memenuhi kebutuhan air baku industri. Ketiga; kenaikan muka air laut yang jika dicermati juga diakibatkan oleh kegiatan manusia yang memicu terjadinya pemanasan global. Air yang menggenang dari kenaikan muka air laut tersebut kemudian mencari dataran yang rendah, buah dari land subsidence. Jadilah genangan di mana-mana meskipun tidak turun hujan. Di samping itu, wilayah pesisir juga terancam abrasi (pengikisan pantai)."


 
Pesisir yang Rentan dan Tertekan
Sudharto P Hadi, 5 Juni 2014
http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2014/06/05/263490/10/Pesisir-yang-Rentan-dan-Tertekan