zonabmi

Beranda Kutipan Media Aktifitas Perekonomian di Sepanjang Sungai Pertahanan Terakhir Nelayan Pantura Terancam

Pertahanan Terakhir Nelayan Pantura Terancam

"Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Batu Bara (PLTU) Batang mengancam kawasan perairan yang kini menjadi pertahanan terakhir bagi ekonomi nelayan pantai utara Jawa (Pantura).Arif Fiyanto, Jurukampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, mengungkapkan bahwa PLTU Batang yang akan dibangun di wilayah seluas 226 hektar berpotensi merusak lingkungan laut serta merugikan nelayan secara ekonomi dan kesehatan."Oleh Jepang, teknologi ini diklaim ramah lingkungan. Tetapi sebenarnya, ini hanya lebih efisien. Kalau dengan teknologi lain, untuk membangkitkan 1 MW listrik butuh 1 ton batubara, dengan ini hanya 600 kg. Sementara, limbahnya tetap," kata Arif. "Oleh Jepang, teknologi ini diklaim ramah lingkungan. Tetapi sebenarnya, ini hanya lebih efisien. Kalau dengan teknologi lain, untuk membangkitkan 1 MW listrik butuh 1 ton batubara, dengan ini hanya 600 kg. Sementara, limbahnya tetap," kata Arif. "Sebelum ada PLTU, dengan 1 liter BBM, nelayan bisa mendapatkan ikan dalam jumlah cukup. Setelah ada PLTU, dengan BBM 10 liter, nelayan di Cirebon belum tentu bisa dapat ikan. Mereka juga harus lebih jauh," ungkap Arif. Arif berharap agar pembangunan PLTU Batang dibatalkan. Untuk mencukupi kebutuhan energi, ia menyarankan agar pemerintah berkonsentrasi mengembangkan panas bumi yang memiliki potensi besar di Indonesia dan lebih terbarukan."

 

Pertahanan Terakhir Nelayan Pantura Terancam

Yunanto Wiji Utomo, 11 Februari 2014

http://sains.kompas.com/read/2014/02/11/1549163/Pertahanan.Terakhir.Nelayan.Pantura.Terancam.