zonabmi

Beranda Beranda Hubungi Kami Zonabmi Morphologi Pantai

Morphologi Pantai

Tekanan yang terjadi di pantai telah banyak menghasilkan perubahan bentukan dan struktur pantai. Perubahan bentukan dan struktur (morphologi) dapat disebabkan oleh faktor alamiah maupun non alamiah. Proses alamiah terjadi pada jangka waktu yang panjang sampai pada akhirnya terbentuk struktur yang masif dan stabil, sedangkan proses non alamiah lebih disebabkan oleh aktifitas manusia yang terjadi dalam kurun waktu yang pendek. Perubahan dalam jangka waktu pendek ini yang akan mempengaruhi kondisi lingkungan. Kemampuan suatu organisme di habitatnya untuk beradaptasi terhadap perubahan yang cepat sangat terbatas. Dampak terbesar dari perubahan morphologi pantai adalah berubahnya pola hidrodinamika di pantai. Perubahan pola hidrodinamika akan menyebabkan perubahan meliputi besaran amplitudo pasang-surut, rata-rata tinggi muka laut, kecepatan arus, gangguan garis pantai karena adanya peruabhan transport sedimen, perubahan kondisi habitat akibat perubahan pasang-surut (mangrove, saltmarshes dan intertidal falts), perubahan terhadap keragaman dan kelimpahan biota perairan dan perubahan parameter kimia meliputi salinitas, DO, kekeruhan dan nutrien.

Teknologi pemodelan dapat mensimulasikan proses-proses yang terjadi dari perubahan morphologi pantai dan dapat membantu untuk mengkaji perubahan kondisi fisik, kimia dan biologi yang diakibatkannya. Skenario pemodelan yang dibangun berupa skenario pembentukan bentukan dan struktur pantai dan skenario berupa kondisi perubahan perairan dari hasil respon perubahan bentukan dan struktur pantai.

Aplikasi pemodelan yang dapat diterapkan dari morphologi pantai dapat dilihat pada menu yang terdapat di bagian kanan.