zonabmi

Beranda Aplikasi Struktur dan Desain Pelabuhan Optimalisasi Desain Pelabuhan

Optimalisasi Desain Pelabuhan

Perencanaan disain dan struktur bangunan pelabuhan sangat kompleks. Tujuan akhir dari hasil disain dan struktur bangunan yang tepat adalah bagaimana membuat areal pelabuhan laut berfungsi optimal. Kondisi optimal yang diharapkan adalah bahwa hasil disain yang dibuat memiliki layout yang efektif dan efisien untuk keluar masuk kapal, bongkar muat kapal di dermaga, area lego jangkar yang terlindung dan lain sebagainya dimana optimasi yang dilakukan telah mempertimbangkan pengaruh dari gangguan gelombang, pola pasang-surut, sedimentasi, perubahan garis pantai di luar areal pelabuhan dan sirkulasi arus laut. Oleh karena itu perlu diketahui kondisi perairan sebelum dibangun pelabuhan.

Teknologi pemodelan laut dapat membantu mensimulasikan perubahan kondisi laut dengan berbagai macam kondisi, meliputi gelombang dan arus yang dibangkitkan oleh angin, arus yang terbentuk dari perubahan pasang-surut laut, pola sirkulasi arus yang terbentuk dari layout struktur pelabuhan dan profil kedalaman, kondisi sebaran sedimen dan perubahan garis pantai diluar rencana areal pelabuhan jika terjadi sedimentasi dan pergerakan partikel. Skenario-skenario pemodelan disusun dari berbagai macam kondisi perairan dengan menggunakan beberapa alternatif layout pelabuhan untuk mendapatkan desain pelabuhan yang optimal. Pemilahan dari beberapa layout pelabuhan diuji dengan menggunakan skenario kondisi perairan yang ekstrim dimana kejadian tersebut mungkin saja terjadi. Kondisi perairan ekstrim meliputi gelombang besar karena badai, pasang naik tertinggi, atau bahkan terjadi tsunami. Hasil dari pengujian tersebut akan didapat satu layout desain pelabuhan yang optimal dengan struktur bangunan yang kuat.

Modul model Hidrodinamika digunakan untuk mensimulasikan pola sirkulasi arus dan tinggi muka laut, kondisi gelombang dengan fenomena-fenomena dari parameter gelombang dapat dianalisis dengan modul model Gelombang Spektral, Refraksi-difraksi Gelombang, Gelombang Boussinesq dan Perangkat Analisis Gelombang untuk mengekstrak informasi yang didapatkan dari obseravasi gelombang di lapangan. Pola sebaran sedimen dan kemungkinan areal pendangkalan dapat disimulasikan dengan menggunakan modul model Sedimen Dasar, Sedimen Kolom Air dan Pergerakan Partikel. Jika mungkin terjadi perubahan garis pantai, dapat dianalisis dan disimulasikan dengan modul model Morphologi Pantai. Kebutuhan monitoring dan pemodelan realtime, dapat menggunakan modul GIS Kelautan untuk mengintegrasikan basisdata pengamatan dan model kedalam satu sistem yang terintegrasi berbasis spatial. Selain itu, GIS Kelautan dapat membantu untuk perencanaan desain pelabuhan untuk keperluan pemetaan yang terintegrasi dengan pemodelan.

Modul model yang dapat digunakan untuk membangun model dengan skenario dan simulasi optimalisasi desain pelabuhan dapat dilihat pada menu yang terdapat di bagian kanan.