zonabmi

Beranda Aplikasi Sedimentasi Sedimentasi Pengerukan Dasar Laut

Sedimentasi Pengerukan Dasar Laut

Sedimentasi dari hasil aktifitas pengerukan dasar perairan dapat terjadi pada saat proses pengerukan (dredging) dan buangan limbah sedimen ke laut (dumping). Pengerukan dasar perairan dilakukan dengan tujuan untuk pendalaman dan pelebaran alur navigasi pelayaran, penggalian parit pipa bawah laut, pengeboran lepas pantai, pembangunan infrastruktur lepas pantai (platform), perlindungan pipa bawah laut, penggalian material laut dan lain-lain. Besar kecilnya sedimentasi yang terjadi pada saat proses pengerukan tergantung dari jenis alat atau kapal pengerukan. Proses pengerukan dapat dilakukan dengan cara pengikisan, pemancaran air tekanan tinggi, pemotongan material, penghisapan material, pemecahan material dan pengambilan dengan buket (grab). Sedimentasi terbesar terjadi jika pada jenis alat pengerukan melibatkan proses pemancaran air tekanan tinggi dan pemecahan material. Selain itu, jika jenis alat yang digunakan memakai alat penyedot material dasar perairan dan dibuangan dan dibuyarkan di permukaan laut dapat meningkatkan sedimen di kolom perairan. Oleh karena itu pemilihan jenis alat keruk menjadi penting selain optimalasasi pengerukan juga untuk mengurangi dampak dari sedimentasi. Pembuangan material sediment di laut perlu ditentukan pula lokasi yang tepat dengan mempertimbangkan kondisi perairan (arus dan gelombang) dan dampak lingkungan.

Teknologi pemodelan dapat membantu pengambilan keputusan pemilihan jenis alat keruk dan penentuan lokasi pembuangan sedimen di laut untuk efisiensi dan efektifitas operasi pengerukan dasar perairan. Skenario pemodelan dibangun berdasarkan teknik pengoperasian jenis alat keruk dan lokasi buangan limbah sedimen. Pemodelan berperan untuk mengetahui pola penyebaran sedimen dan proses pengendapan sedimen di dasar perairan. Jika pola penyebaran sedimen tidak menyebar ke daerah yang sensitif terhadap lingkungan dan tidak menimbulkan pendangkalan di suatu tempat lainnya maka strategi pengerukan dengan prosedur yang dipilih sudah tepat.

Modul model yang digunakan meliputi modul Hidrodinamika untuk mensimulasikan pola sirkulasi arus dan tinggi muka laut, modul Gelombang Spektral untuk mensimulasikan pengaruh gelombang terhadap perubahan arus dan proses pengadukan sedimen, modul Pergerakan Sedimen Dasar, Pergerakan Sedimen Kolom Air dan Pergerak Partikel digunakan untuk mengkaji prilaku dan karakteristik penyebaran sedimen dan modul Model Ekosistem digunakan untuk mengkaji pengaruh sedimentasi terhadap perubahan kondisi fisik, kimia dan biologi terhadap kualitas lingkungan perairan.

Modul model yang dapat digunakan untuk membangun model dengan skenario dan simulasi sedimentasi pengerukan dasar laut dapat dilihat pada menu yang terdapat di bagian kanan.