zonabmi

Beranda Aplikasi Prediksi Kondisi Laut Prediksi Parameter Kimia Laut

Prediksi Parameter Kimia Laut

Berbagai unsur dari parameter kimia laut dapat mempengaruhi beragam aktifitas manusia yang memanfaatkan perairan pesisir pantai, muara sungai, aliran sungai dan laut lepas. Parameter-parameter kimia perairan dapat berupa unsur-unsur dalam senyawa-senyawa anorganik maupun organik atau menurut sifatnya dapat berupa senyawa-senyawa konservatif dan non-konservatif atau menurut ikatan kimianya dapat berupa senyawa-senyawa yang memiliki ikatan kompleks atau tidak. Beragam aktifitas manusia membutuhkan monitoring informasi dan prediksi pola distribusi parameter kimia berikut dengan perubahan-perubahan parameter tersebut. Prediksi parameter kimia tidak harus dilakukan secara kontinyu, tetapi dapat pula mensimulasikan jika pada suatu saat suatu jenis parameter kimia masuk ke dalam sistem perairan dapat diketahui pola distribusinya dan prilaku dari parameter tersebut dan dapat diketahui bagaimana dampaknya terhadap aktifitas manusia yang memanfaatkan perairan tersebut.

Sebagai contoh, aktifitas budidaya dan pariwisata laut sangat penting sekali untuk memonitor dan memprediksi kualitas air di suatu perairan apakah parameter kimia yang suatu saat akan masuk ke perairan tersebut berbahaya atau tidak. Jika ternyata parameter kimia tersebut berbahaya, sampai berapa lama parameter kimia tersebut akan hilang secara alamiah dari perairan dan dampak yang mungkin dapat dialami atau bagaimana penangananya jika dapat ditangani dengan suatu perlakuan tertentu.

Teknologi pemodelan dapat membantu untuk melakukan monitoring dan prediksi parameter kimia laut untuk mengurangi dampak yang berbahaya dan membantu mempercepat proses pengambilan keputusan dalam mengambil penangan yang tepat. Skenario pemodelan dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu skenario model yang digunakan untuk montoring dan prediksi parameter kimia secara kontinyu dan skenario model yang disusun berdasarkan kebutuhan tertentu pada periode-periode tertentu untuk memprediksi dampak yang mungkin terjadi akibat terkena masuknya parameter kimia tersebut.

Modul model Hidrodinamika digunakan untuk memonitor dan memprediksi pola sirkulasi arus dan tinggi muka laut dan modul model Adveksi-Dispersi digunakan untuk memonitor dan memprediksi pola distribusi, konsentrasi dan prilaku parameter kimia. Khusus parameter kimia yang berasossiasi dengan sedimen di perairan menggunakan modul model Pergerakan Sedimen Kolom Air. Jika di suatu perairan yang secara kontinyu terdapat buangan limbah air terproduksi dari minyak atau memiliki potensi terjadinya tumpahan minyak maka digunakan modul model Analisis Tumpahan Minyak. Modul Model Ekosistem digunakan jika parameter kimia tersebut secara biologis masuk kedalam siklus jaring makanan dari biota-biota dalam suatu ekosistem. Modul model GIS Kelautan digunakan untuk mengintegrasikan hasil pemodelan dan prediksi parameter kimia dengan data dan informasi tambahan lainnya.

Modul model yang dapat digunakan untuk membangun model dengan skenario dan simulasi prediksi parameter kimia laut dapat dilihat pada menu yang terdapat di bagian kanan.