zonabmi

Beranda Aplikasi Perubahan Garis Pantai Kenaikan Tinggi Muka Laut

Kenaikan Tinggi Muka Laut

Isu global yang terus digalakkan sehingga menjadi perhatian dunia adalah pemanasan global. Terjadinya pemanasan global akan menyebabkan bertambahnya pencairan bongkahan-bongkahan es di kutub. Pencairan es dikutub akan menyebabkan bertambahnya volume air laut karena masuknya air dari es yang mencair dan ekspansi panas karena meningkatnya suhu air laut sehingga menyebabkan berat jenis air laut menurun dan bertambahnya volume air laut global. Fakta dari data pasang-surut dari tahun ke tahun di beberapa titik observasi di dunia memperlihatkan kecenderungan yang meningkat. Prediksi kenaikan muka laut karena dampak dari pemanasan global telah banyak dihasilkan. Dampak langsung dari kenaikan tinggi muka laut di pantai adalah perubahan garis pantai ke arah daratan. Oleh karena itu usaha yang dilakukan untuk memprediksi perubahan garis pantai tidak hanya mempertimbangkan perubahan garis pantai karena abrasi atau akresi pantai oleh gelombang dan sedimentasi.

Teknologi pemodelan dapat membantu untuk mengkombinasikan kedua penyebab perubahan garis pantai yaitu dengan cara mensimulasikan dengan model genangan di daratan yang mempertimbangkan topografi dan model laut dengan pembangkit dari arus, gelombang dan angin. Model genangan air di daratan ini menjadi penting jika kemiringan pantai kecil atau disebut juga landai. Sedikit peningkatan tinggi muka laut akan menyebabkan perubahan garis pantai yang besar. Skenario pemodelan yang digunakan mensimulasikan perubahan garis pantai untuk jangka panjang (tahunan atau supuluh tahunan).

Modul model yang digunakan adalah modul Hidrodinamika untuk mengetahui pola sirkulasi arus dan perubahan muka air karena penagruh pasang-surut, modul Gelombang Spektral, Perangkat Analisis Gelombang dan Gelombang Boussinesq untuk mengkaji parameter-parameter energi gelombang dan kenaikan air karena gelombang dan model genangan menggunakan modul Banjir di Daratan. Perubahan garis pantai dikaji dengan menggunakan modul Morphologi Pantai. Data-data hasil simulasi diintegrasikan dengan informasi spatial pendukung lainnya dengan menggunakan modul GIS Kelautan untuk proses pemetaan.

Modul model yang dapat digunakan untuk membangun model dengan skenario dan simulasi kenaikan tinggi muka laut dapat dilihat pada menu yang terdapat di bagian kanan.