zonabmi

Akresi Pantai

Akresi pantai adalah perubahan garis pantai menuju laut lepas karena adanya proses sedimentasi dari daratan atau sungai menuju arah laut. Proses sedimentasi di daratan dapat disebabkan oleh pembukaan areal lahan, limpasan air tawar dengan volume yang besar karena hujan yang berkepanjangan dan proses transport sedimen dari badan sungai menuju laut. Akresi pantai juga dapat menyebabkan terjadi pendangkalan secara merata ke arah laut yang lambat laun akan membentuk suatu dataran berupa delta atau tanah timbul. Proses akresi pantai biasanya terjadi di perairan pantai yang banyak memiliki muara sungai dan energi gelombang yang kecil serta daerah yang bebas terjadi badai.

Dampak dari akresi pantai jika ditinjau dari aspek strategis adalah bertambahnya luasan di suatu kawasan dan terjadi pendangkalan yang dapat mengganggu navigasi dan alur pelayaran kapal. Dampaknya jika ditinjau dari aspek lingkungan adalah terjadinya perubahan atau bahkan hilangnya suatu habitat dari ekosistemnya. Luasan mangrove akan bertambah jika habitatnya di daerah yang memiliki sedimentasi yang tinggi juga bertambah. Kondisi ini dibeberapa tempat juga akan berasosiasi dengan bertambahnya habitat yang ditumbuhi oleh padang lamun karena suplai nutrien dari sedimen tinggi. Jika terdapat habitat terumbu di pantai tersebut maka akan menyebabkan matinya hewan-hewan terumbu karang karena mengganggu fungsi metabolisme hewan karang dan meningkatkan kekeruhan serta menurunnya penetrasi cahaya matahari.

Teknologi pemodelan memiliki kemapuan untuk memprediksi perubahan garis pantai yang disebabkan oleh proses-proses akresi pantai. Skenario yang dibangun merupakan skenario jangka panjang dengan kurun waktu tahunan sampai puluhan tahun. Hasil pemodelan dapat memperlihatkan simulasi perubahan garis pantai dari waktu ke waktu dan dapat mengetahui proses-proses fisis akresi pantai yang terlibat.

Modul model yang digunakan adalah modul Hidrodinamika dan Aliran Sungai untuk mengkaji kondisi sirkulasi arus di laut dan aliran sungai, sumber-sumber sedimentasi dan pola distribusinya disusun dengan skenario dari modul model sedimen meliputi modul Pergerakan Sedimen Dasar, Pergerakan Sedimen Kolom Air dan Pergerakan Partikel. Meskipun di daerah pantai yang terjadi akresi memiliki energi gelombang yang rendah, tetapi pengaruh kecil dari gelombang dapat dilibatkan dengan menggunakan beberapa alternatif modul gelombang meliputi Gelombang Spektral, Gelombang Spektral di Perairan Dangkal, Parabolic Mild Slope, Elliptic Mild Slope, Refraksi-difraksi Gelombang dan Gelombang Boussinesq untuk mengekstraksi parameter-parameter gelombang yang mengkin berpengaruh terhadap terjadinya proses akresi pantai. Modul Morphologi Pantai dan Proses Litoral dan Dinamika Garis Pantai digunakan untuk mensimulasi perubahan garis pantai dari waktu ke waktu baik dalam jangka waktu pendek maupun panjang. Hasil simulasi dari beberapa modul model diintegrasikan dengan menggunakan modul GIS Kelautan untuk membantu proses pemetaan dan anailisis lainnya dengan melibatkan data spatial pendukung lainnya.

Modul model yang dapat digunakan untuk membangun model dengan skenario dan simulasi akresi pantai dapat dilihat pada menu yang terdapat di bagian kanan.