zonabmi

Beranda Aplikasi Manajemen Budidaya Laut Penentuan Lokasi Budidaya Laut

Penentuan Lokasi Budidaya Laut

Secara alamiah suatu jenis ikan akan menempati habitat yang sesuai dengan kebutuhan hidupnya. Begitu pula ikan yang akan dibudidayakan ditempatkan pada daerah yang sesuai dengan kebutuhan hidupnya. Tujuannya adalah pertumbuhan ikan terebut dapat optimal sehingga memberikan keuntungan yang lebih besar. Salah satu kegagalan dalam industri budidaya laut adalah penentuan lokasi budidaya laut yang sesuai dengan jenis ikan yang akan dibudidayakan. Kebanyakan pelaku industri budidaya laut telah memiliki areal untuk budidaya laut dan telah memikirkan jenis ikan yang akan dibudidayakan yang tentunya pada saat itu ikan tersebut memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Setelah infrakstruktur dibangun, benih ditebarkan, ikan mulai tumbuh besar dan kemudian panen serta memperoleh keuntungan besar, tetapi beberapa periode panen berikutnya mengalami kegagalan panen yang berturut-turut karena berbagai hal yang sulit diatasi. Akhirnya mengalami kebangkrutan.

Kunci utama untuk menyelesaikan permasalahan tersebut diatas adalah sebelum menentukan lokasi budidaya laut untuk suatu jenis ikan tertentu yang pada saat itu memiliki nilai ekonomis tinggi, perlu memiliki pemahaman mengenai kondisi lingkungan perairan sehingga dapat diketahui apakah kondisi lingkungan perairan tersebut mendukung dan sesuai untuk ikan yang akan dibudidayakan. Kajian tersebut akan lebih cepat dan tepat untuk mengambil keputusan apakah suatu lokasi tepat sebagai lokasi tempat budidaya ikan tersebut, jika didukung dengan pemanfaatan teknologi pemodelan.

Teknologi pemodelan dapat dengan cepat dan tepat membantu melakukan kajian penentuan lokasi budidaya jenis ikan tertentu. Faktor-faktor lingkungan perairan yang mempengaruhi optimalisasi pertumbuhan jenis ikan tertentu akan dimodelkan meliputi sirkulasi dan perubahan kondisi suhu, salinitas, oksigen terlarut, konsentrasi nutrien, unsur dan senyawa kimia dan biologi dan lain-lain. Dari hasil pemodelan ini dapat diketahui pola sirkulasi dan konsentrasi dari masing-masing parameter pada periode-periode waktu tertentu (bulan dan musim tertentu) yang berguna untuk mengkaji apakah kondisi sirkulasi dan konsentrasi dari masing-masing parameter tersebut sudah sesuai dengan jenis ikan yang akan dibudidayakan.

Skenario pemodelan disusun berdasarkan alternatif lokasi yang akan dipilih, parameter-parameter apa yang penting untuk mengoptimalkan pertumbuhan ikan yang akan dibudidayakan dan variabilitas perairan berdasarkan waktu. Selain itu, teknologi pemodelan dapat juga membantu untuk mengetahui dampak dari lokasi budidaya jika terdapat suatu buangan bahan limbah pencemar atau lainnya yang akan masuk kedalam sistem perairan serta interaksi fisik, kimia dan biologi yang akan terjadi. Tujuannya adalah agar jika keadaan tersebut terjadi dan dampaknya telah diketahui maka berdasarkan standar prosedur yang telah ditetapkan dapat mengurangi kerugian yang diakibatkannya.

Modul model Hidrodinamika digunakan untuk mengkaji pola sirkulasi arus dan tinggi muka laut yang berperan mendistribusikan parameter-parameter fisik, kimia dan biologi perairan. Modul model Adveksi-Dispersi digunakan untuk mengkaji pola distribusi dan konsentrasi parameter-parameter fisik, kimia dan biologi perairan. Modul model Pergerakan Partikel digunakan untuk mengkaji apakah keberadaan partikel di perairan tersebut akan mengganggu ikan yang akan dibudidayakan atau tidak. Jika perairan tersebut memiliki tingkat kompleksitas ekosistem yang besar maka modul Model Ekosistem digunakan untuk mengkaji interaksi antar parameter biologi dan antar parameter fisik dan kimia. Keberadaan gelombang laut terkadang akan mempengaruhi kondisi budidaya laut, oleh karena itu modul model Gelombang diperlukan untuk mengkaji karakteristik gelombang di perairan tersebut.

Modul model yang dapat digunakan untuk membangun model dengan skenario dan simulasi penentuan lokasi budidaya laut dapat dilihat pada menu yang terdapat di bagian kanan.