zonabmi

Perubahan Masukan Air Tawar

Pada perairan estuari, perubahan masukan air tawar dari badan sungai maupun dari limpasan air permukaan yang tertampung di badan sungai berperan besar dalam mempengaruhi kondisi perairan di muara sungai dan perairan pesisir pantai. Perubahan masukan air tawar ke perairan akan mempengaruhi perubahan salinitas di perairan laut dan muara sungai. Salinitas merupakan faktor yang penting di perairan estuari, karena beberapa sebab yaitu sebagai berikut:

  • Salinitas merupakan indikator alamiah dari sistem pertukaran massa air di perairan estuari. Salinitas di seluruh perairan estuari memberikan gambaran yang lengkap bagaimana terjadi proses percampuran antara massa air tawar dengan massa air laut.

 

  • Salinitas merupakan parameter yang penting dalam menentukan regim tipe stratifikasi massa air karena variasi densitas berhungan erat dengan variasi salinitas.  Massa air yang terstratifikasi cenderung tidak terdapat proses pengadukan massa air di estuari, dimana akan memiliki implikasi yang penting dari konsentrasi kandungan oksigen terlarut di perairan estuari.
  • Sirkulasi di perairan estuari dan wilayah pesisir pantai sangat ditentukan oleh adanya perbedaan densitas yang berasosiasi langsung dengan perubahan salinitas. Salinitas yang tinggi cenderung mengalir di bawah massa air tawar dengan densitas yang rendah.
  • Salinitas merupakan parameter yang penting dari aspek ekologi dan sangat penting pula peranannya dalam proses-proses kimia yang terjadi di perairan estuari.

Distribusi horizontal salinitas di perairan estuari memberikan gambaran relatif masukan massa air tawar dari sungai dan masukan massa air laut dari laut lepas. Besarnya nilai salinitas berfluktuasi karena adanya arus pasut yang memasuki perairan estuari, percampuran massa air dari air tawar dan air laut karena adanya angin dan arus. Masukan massa air tawar dari sungai berfluktuasi tergantung dari kondisi iklim (curah hujan) pada daerah aliran sungai, tipe vegetasi, topografi dan struktur geologi.

Kondisi iklim bervariasi dari musiman atau antar tahunan (ENSO) mengakibatkan terjadinya perubahan masukan massa air tawar dari sungai. Perubahan salinitas juga secara lokal dapat terjadi diperairan estuari tergantung dari besar kecilnya mulut estuari, pasut yang mengendalikan keluar masuknya massa air laut, evaporasi dan kuat lemahnya aliran sungai.

Indikator Tekanan dari perubahan salinitas karena adanya perubahan masukan air tawar yang dapat terdeteksi adalah keberadaan dari sumber buangan massa air tawar dari daerah aliran sungai dan perubahan aliran air dari muka tanah karena perubahan tutupan lahan. Indikator Kerentanan yang dapat meredam masuknya massa air tawar adalah terjadinya pencucian oleh massa air laut, sedangkan indikator kondisi secara fisik-kimia yang dapat dimonitor adalah parameter salinitas itu sendiri dan indikator kondisi biologi yang dapat dimonitor tidak ada.

Indikator tekanan dari perubahan pola aliran air tawar adalah adanya perubahan rata-rata tahunan debit sungai dan densitas perairan. Tidak adanya Indikator Kerentanan yang dapat diukur dan juga tidak adanya Indikator fisik-kimia maupun biologi yang terukur. Kemungkinan penyebab dari perubahan aliran massa air tawar di perairan estuari adalah sebagai berikut:

  • Pola iklim dan perubahannya
  • Erosi pantai
  • Kondisi pengairan di lahan basah dan pemukiman penduduk di hulu sungai
  • Perubahan pola aliran karena adanya bendungan, dermaga dan pemecah ombak
  • Berubahnya dinamika air tanah
  • Urbanisasi dan adanya coastal runoff

Perubahan masukan air tawar dan dampaknya dapat dimodelkan untuk dikaji lebih mendalam bagaimana proses-proses fisik-kimia-biologi saling berinteraksi dan kaitannya dengan kondisi habitat di dalam suatu ekosistem perairan akan mempengaruhi stabilitas organisme didalamnya. Aplikasi pemodelan yang dapat diterapkan untuk kajian Perubahan Masukan Air Tawar dapat dilihat pada menu yang terdapat di bagian kanan.