zonabmi

Beranda Aplikasi Kualitas Estuari dan Pesisir Pantai Aktifitas Perekonomian di Sepanjang Pantai

Aktifitas Perekonomian di Sepanjang Pantai

Aktifitas perekonomian di sepanjang pantai biasanya terjadi pada daerah-daerah yang memiliki tingkat urbanisasi yang tinggi. Aktifitas yang padat di tengah kota akan menyebabkan pergeseran sampai kepadatan ke pesisir pantai. Hal ini menimbulkan tekanan terhadap kualitas perairan di pesisir pantai. Buangan limbah dari berbagai macam aktifitas (perumahan, industri, perdagangan dan jasa, pariwisata, pelabuhan, budidaya dan lain-lain) akan meningkatkan kualitas maupun kuantitas tekanan terhadap kualitas perairan pesisir pantai. Meskipun pencemaran di pantai terbuka lebih cepat hilang dari pada di perairan estuari, tetapi jika pencemaran tersebut terjadi terus menerus dan jumlahnya bertambah maka lambat laun degradasi lingkungan tetap saja akan terjadi. Perubahan parameter fisik, kimia dan biologi secara komulatif akan merusak kondisi lingkungan dan organisme di dalamnya termasuk manusia. Pola penyebaran yang terjadi di pesisir pantai terbuka lebih kompleks karena banyak faktor yang mempengaruhi prilaku penyebaran bahan pencemar, seperti arus, angin, gelombang, batimetri, suhu dan salinitas dan lain sebagainya.

Teknologi pemodelan dapat membantu mensimulasikan kompleksitas prilaku penyebaran bahan pencemar tersebut. Jenis bahan buangan limbah pencemar yang dapat dimodelkan sangat beragam, seperti limbah pencemar terlarut, sedimentasi, limbah pencemar dalam bentuk partikel, tumpahan minyak dan lain sebagainya. Faktor yang mempengaruhi kondisi perairan di pesisir pantai yang beragam mengharuskan model yang digunakan juga memanfaatkan beragam model seperti model gelombang.

Modul model Hidrodinamika digunakan untuk mensimulasikan pola sirkulasi arus dan tinggi muka laut yang telah dikombinasi dengan modul model gelombang meliputi Gelombang Spektral, Gelombang Spektral di Perairan Dangkal, Gelombang Parabolic Mild Slope, Gelombang Elliptic Mild Slope, Refraksi-difraksi Gelombang, Perangkat Analisis Gelombang atau Gelombang Boussinesq. Bahan pencemar berupa sedimen dimodelkan dengan menggunakan beberapa modul yaitu modul Pergerakan Sedimen Dasar, Sedimen Kolom Air atau Pergerakan Partikel. Perubahan batimetri dan garis pantai yang disebabkan oleh bahan pencemar sedimen dimodelkan dengan menggunakan modul Morphologi Pantai, dan Proses Litral adn Dinamika Garis Pantai. Limpasan air tawar karena adanya banjir di daratan yang membawa limbah pencemar termasuk sedimen dimodelkan dengan menggunakan modul model Banjir di Daratan. Dampak dari limbah-limbah pencemar terhadap perubahan parameter fisik, kimia dan biologi terhadap lingkungan dan organisme di perairan pantai dimodelkan dengan menggunakan modul Model Ekosistem. Hasil dari semua simulasi dari modul model dapat diintegrasikan kedalam basis data spasial dan basis data spasial pendukung lainnya dengan menggunakan modul GIS Kelautan.

Modul model yang dapat digunakan untuk membangun model dengan skenario dan simulasi aktifitas perekonomian di sepanjang pantai dapat dilihat pada menu yang terdapat di bagian kanan.