zonabmi

Susi: Perikanan Tangkap, Satu-satunya SDA yang Ditutup untuk Asing

Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Susi Pudjiastuti menyampaikan kabar gembira kepada nelayan di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) bahwa Presiden Joko Widodo telah meneken Peraturan Presiden tentang revisi Daftar Negatif Investasi (DNI). Salah satu perubahannya yaitu, usaha perikanan tangkap 100 persen dimasukkan sebagai daftar negatif investasi untuk asing.Artinya, tidak boleh ada lagi orang atau perusahaan asing yang menangkap ikan di wilayah perairan Indonesia. Investor asing juga dilarang menanamkan modal di usaha perikanan tangkap. "Saya ingin menyampaikan berita gembira, Pak Presiden sudah meneken Perpres. Perikanan tangkap negative list untuk investasi asing. Berarti kapal asing, pengusaha asing tidak boleh turun ke usaha perikanan tangkap di Indonesia," ucap Susi ketika berdialog dengan nelayan, Senin (6/6/2016). "Tidak ada sumber daya alam (SDA) lainnya yang khusus untuk pribumi, untuk dalam negeri, selain perikanan. (Lihat saja) Tambang dibuka untuk asing. Gas dibuka untuk asing. Hutan juga asing boleh masuk. Satu-satunya yang ditutup untuk asing adalah perikanan tangkap," imbuh Susi. Ketika berbincang dengan beberapa media, Susi optimistis, dimasukkannya perikanan tangkap dalam daftar negatif investasi akan berdampak positif terhadap perkembangan produk domestik bruto (PDB) perikanan.

 

Susi: Perikanan Tangkap, Satu-satunya SDA yang Ditutup untuk Asing

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/06/07/183000526/Susi.Perikanan.Tangkap.Satu-satunya.SDA.yang.Ditutup.untuk.Asing

 

Tanggap Kekeringan, DJPB Jabarkan Solusi untuk Perikanan Budidaya

Dampak El Nino rupanya tak hanya menerpa sektor pertanian. Tetapi juga berimbas di bidang perikanan, terutama untuk perikanan Budidaya. Pasalnya, kekeringan sebagai efek El Nino membuat produktivitas sektor perikanan Budidaya agak menurun. oleh karena itu, untuk meminimalisir dampak kekeringan di sektor perikanan Budidaya, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) menghimbau pelaku perikanan Budidaya untuk menerapkan beberapa strategi, guna menjaga kuantitas produksi. Terkait dengan strategi tersebut, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto mengatakan, Beberapa stategi yang bisa dilakukan antara lain adalah mengurangi padat tebar, menerapkan sistem resirkulasi, dan juga mengembangkan komoditas ikan lokal yang lebih adaptif terhadap perubahan musim yang ekstrem. "Musim kemarau yang cukup panjang tahun ini, juga berdampak pada usaha perikanan Budidaya," ungkap Slamet, dalam siaran pers yang diterima jitunews, Selasa (29/9). Ditambahkan Slamet, dengan mengurangi padat tebar, diharapkan mampu meningkatkan atau paling tidak mempertahankan kelulushidupan ikan, mulai dari tebar hingga panen. Sementara itu, dengan adanya penerapan sistem resirkulasi, pemBudidaya dapat menghemat penggunaan air, serta tetap menjaga kualitas air dalam kondisi optimal. Sedangkan untuk pengembangan ikan lokal, lanjut Slamet, tujuannya adalah untuk mendukung perikanan Budidaya yang berkelanjutan, sehingga manfaat perikanan nusantara bisa terus dinikmati oleh anak cucu di kemudian hari.



Tanggap Kekeringan, DJPB Jabarkan Solusi untuk Perikanan Budidaya

Christophorus Aji Saputro

http://www.jitunews.com/read/22380/tanggap-kekeringan-djpb-jabarkan-solusi-untuk-perikanan-budidaya

 

Indonesia Perlu Persiapan Serius Jelang Pertemuan Perubahan Iklim di Paris

Indonesia perlu segera menyusun pesan yang kuat dalam Intended Nationally Determined Contribution (INDC) menjelang pertemuan United Nation Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) yang akan digelar pada November 2015 di Paris. INDC akan menjadi dasar Indonesia dalam perundingan dunia yang bakal membentuk kesepakatan antar-negara untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, mencegah kenaikan suhu Bumi sebesar 2 derajat Celsius. "Harus ada strong position dari pemerintah Indonesia (dalam INDC)," ungkap Fabby Tumiwa dari Institute for Essential Services Reform dalam temu media bersama Greenpeace, Rabu (4/2/2015). Menurut Fabby, INDC yang diperkenalkan oleh Ad hoc Working Group on Durban Platform on Enhanced Action (ADP) yang dibentuk tahun 2011 selama pertemuan UNFCCC di Durban punya peran penting. Sesuai isu "Common but Differentiated Responsibilities" dimana setiap negara entah miskin entah kaya harus berkontribusi melawan perubahan iklim, Indonesia perlu punya pesan jelas sehingga langkah penurunan emisi serta kebutuhannya dipahami. Meski belum disepakati, INDC perlu memuat strategi mitigasi, adaptasi, serta dukungan dana yang diperlukan untuk mengurangi emisi. "Jadi termasuk dana yang dibutuhkan dari negara maju untuk mengurangi emisi," katanya. Pertemuan di Paris tahun ini penting sebab harus menghasilkan kesepakatan global menurunkan emisi gas rumah kaca. "Saya khawatir kalau kita tidak cepat bersiap-siap, kita tidak akan kuat untuk di Paris nanti," jelas Fabby.

 

Indonesia Perlu Persiapan Serius Jelang Pertemuan Perubahan Iklim di Paris

Yunanto Wiji Utomo

http://sains.kompas.com/read/2015/02/04/21071861/Indonesia.Perlu.Persiapan.Serius.Jelang.Pertemuan.Perubahan.Iklim.di.Paris

 

Abrasi di Bengkalis Makin Mengkhawatirkan, Puluhan Hektar Kebun Sawit Milik PT Meskom Amblas ke Laut

Abrasi di Pulau Bengkalis makin mengkhawatirkan. Diperkirakan sekitar 20 hektar lahan sawit milik PT Meskom amblas ke laut, Rabu (7/2/2015). Beruntung lokasi yang amblas tersebut tidak ada pemukiman warga. Kepala Desa Meskom, Supendi ketika dihubungi, Kamis pagi (8/12/2015), membenarkan amblasnya puluhan hektar kebun sawit milik PT Meskom ke laut dampak dari abrasi yang makin parah di Pulau Bengkalis. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPD-Damkar) Kabupaten Bengkalis, Moch Jalal ketika dihubungi juga sudah mendapat informasi soal ablasnya kebun milik sawit PT Meskom. Dirinya sudah memerintahkan anggota turun ke lapangan untuk memantau dan berkoordinasi dengan kepala desa tentang kondisi sebenarnya. Namun sejauh ini, menurut belum ada laporan ada rumah warga yang menjadi korban. ''Sejauh ini belum ada laporan adanya rumah warga yang menjadi korban. Tapi kita sudah menurunkan tim dan siaga untuk antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,'' ujar Jalal.

 

 

Abrasi di Bengkalis Makin Mengkhawatirkan, Puluhan Hektar Kebun Sawit Milik PT Meskom Amblas ke Laut 

Wawan Setiawan

http://www.goriau.com/berita/bengkalis/abrasi-di-bengkalis-makin-mengkhawatirkan-puluhan-hektar-kebun-sawit-milik-pt-meskom-amblas-ke-laut.html