zonabmi

Beranda Aplikasi Bangunan Lepas Pantai Desain Bangunan Lepas Pantai

Desain Bangunan Lepas Pantai

Kompleksitas perencanaan disain bangunan pantai atau di tepi sungai (perumahan, hotel, bangunan daerah pariwisata, dermaga, pelabuhan dan lain-lain) dan lepas pantai (Oil Platform dan lain-lain) sangat tinggi. Berbagai macam parameter kondisi laut perlu dipertimbangkan. Para enjiner rekayasa pantai dan lepas pantai perlu mempertimbangkan banyak aspek meliputi kekuatan dan kestabilan struktur bangunan, penempatan fungsi-fungsi struktur bangunan misalnya pemecah gelombang, penghalang gelombang dan pelampung-pelampung rambu pelayaran, dampak perubahan sirkulasi arus perairan dan pola gelombang akibat disain bangunan dan aspek lingkungan yang diakibatkannya. Kompleksitas tersebut akan bertambah jika pembangunan tersebut dilakukan di perairan estuari yang memiliki muara sungai, karena dinamika perairannya merupakan integrasi dari kondisi laut dan kondisi sungainya.

Perencanaan desain bangunan pantai dan lepas pantai yang tidak tepat akan berakibat negatif bagi struktur bangunan tersebut, misalnya perubahan pola sirkulasi arus dan gelomabng ternyata justru akan merusak struktur bangunan itu sendiri. Selain itu, perubahan pola sirkulasi dan gelombang dapat berakibat perubahan pola pergerakan sedimen kolom air dan dasar perairan yang akan mengakibatkan terjadinya pengumpulan sedimen di suatu tempat yang mengakibatkan terjadinya pendangkalan. Lebih jauh lagi pada periode waktu yang panjang maka perubahan pola sirkulasi arus dan gelombang tersebut akan berakibat terjadinya perubahan garis pantai dan morphologi pantai. Semua hal tersebut akan berakibat terjadi biaya perawatan yang tinggi dikemudian hari jika perencanaan disain bangunan lepas pantai tidak mempertimbangkan parameter kondisi perairan.

Pemodelan dapat mengatasi permasalahan tersebut di atas dengan mensimulasikan berbagai macam skenario perubahan parameter laut dengan suatu disain struktur bangunan tertentu. Jika disain struktur bangunan tersebut setelah dimodelkan dengan berbagai jenis skenario berdampak tidak baik maka desain tersebut perlu diubah yang lebih sesuai sehingga didapatkan suatu disain layout struktur bangunan pantai dan lepas pantai yang paling optimal dan paling kecil dampak perubahannya.

Modul model Hidrodinamika dan beragam modul gelombang dapat mensimulasikan bagaimana perubahan pola sirkulasi dan parameter gelombang akibat dari suatu desain dari struktur bangunan tertentu, sehingga kekuatan dan kestabilan dari struktur bangunan tersebut tidak akan terganggu dalam jangka waktu yang panjang. Selain itu Modul Gelombang juga dapat mengetahui sejauh mana gangguan-ganguan gelombang terhadap suatu objek di perairan akan terganggu, misalnya kapal di pelabuhan atau kapal di platform laut dan lain-lain. Modul model Pergerakan Sedimen Dasar dan Sedimen Kolom air mampu mensimulasikan bagaimana partikel sedimen bergerak dari suatu tempat ketempat lain dan dapat diketahui di lokasi mana penumpukan sedimen dasar perairan dapat terjadi. Modul model Morphologi Pantai dapat dimanfaatkan untuk mengetahui perubahan bentukan pantai dan garis pantai akibat perubahan pergerakan sedimen termasuk pasir pantai dalam jangka waktu panjang karena adanya struktur bangunan baru. Perencanaan disain bangunan di tepi sungai dapat disimulasikan dengan modul model Aliran Sungai. Jika struktur bangunan tersebut berada di peraian estuari maka kajian dilakukan dapat mengintegrasikan modul model Hidrodinamika, Sedimen, Morphologi Pantai dan Gelombang dengan modul model Aliran Sungai.

Modul model yang dapat digunakan untuk membangun model dengan skenario dan simulasi desain dapat dilihat pada menu yang terdapat di bagian kanan.