zonabmi

Beranda Kajian Kelautan Pemodelan Buangan Limbah Panas dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel di Pulau Karimun Besar, Kepulauan Riau

Pemodelan Buangan Limbah Panas dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel di Pulau Karimun Besar, Kepulauan Riau

Lokasi  :  Karimun Besar, Kepulauan Riau.
Tanggal :  Desember, 2007
 

Kebutuhan listrik di Pulau Karimun Besar, Kepulauan Riau, sangat dinantikan oleh penduduk di pulau tersebut. Berbagai aktifitas perekonomian akan terpicu untuk lebih ditingkatkan lagi dengan keberadaan suplai listrik dari pembangkit listrik tenaga diesel. Pada perencanaannya, mesin diesel sebagai pembangkit listrik memanfaatkan air laut untuk proses pendinginan mesin dan buangan proses pendinginan mesin ini menghasilkan limbah panas yang di buang ke perairan laut. Tentunya limbah buangan panas ini akan mempengaruhi perubahan suhu perairan di sekitarnya. Kajian ini dilakukan untuk mengetahui apakah limbah buangan panas ini akan berdampak negatif terhadap perairan di sekitarnya dan ekosistem serta biota yang hidup di dalamnya. Seberapa jauh limbah buangan ini tersebar dan seberapa besar perubahan suhu yang terjadi pada saat sampai di lokasi perairan tertentu.
Teknologi kelautan membantu untuk mengkaji pengaruh masukan limbah panas ke dalam perairan dan pola sebarannya. Skenario pemodelan disusun berdasarkan volume buangan limbah panas dan besarnya suhu yang keluar dari pipa buangan limbah panas. Pemodelan dilakunan pada dua musim yang berbeda yaitu musim barat dan musim timur, sehingga dapat diketahui pengaruh perubahan suhu pada tiap musim dan pola sirkulasi yang terjadi di sekitar perairan tersebut. Hasil dari pemodelan ini telah diketahui sejauh mana limbah panas ini akan berdampak dan seberapa besar perubahan suhu yang terjadi ketika limbah panas ini mencapai suatu lokasi tertentu.
Modul model yang dapat digunakan adalah sebagai berikut:

1. Hidrodinamika
2. Adveksi-Dispersi
3. GIS Kelautan

Aplikasi lainnya yang dapat diterapkan adalah sebagai berikut:

1. Buangan Limbah Panas
2. Kualitas Perairan
3. Kajian Dampak Lingkungan

 

Video Hasil Kajian